Kamis, 20 Agustus 2015

Parau

Zaman sudah modern. Orang orang sudah dibodohi dengan teknologi. Ketergantungan tingkat tinggi. Hingga akhirnya, ga bisa lepas dengan teknologi itu sendiri.

Aku, berusaha agar tidak mengikuti teknologi yang sudah ada, agar badanku berfungsi sebagaimana mestinya. Agar aku merasa benar-benar bersosialisasi dengan temanku tanpa merasa jauh.

Aku bertarung dengan dunia, demi tetap bertahan pada pendirianku.

Orang-orang bilang aku ga mau maju, kuno, ketinggalan zaman.

Aku kangen masa kecilku. Selalu bermain bersama, mengerti arti kehilangan, kesepian, karena memang kebersamaanlah yang mengajariku hidup, kebahagiaan, penuh warna, tawa lepas, lari kesana kemari, kehidupan mengajariku arti sebagai manusia.

Saat ini, orang-orang lebih senang menunduk. Diperbudak dengan layar sentuh. Menghadap ke bawah bahkan tidak sadar bahwa dunia begitu indah. Begitu indah dibanding foto-foto di layar sentuh.

Sekarang aku sudah bekerja di ibukota. Terpaksa menggunakan teknologi seperti orang bodoh lainnya. Aku seperti ini karena tuntutan. Aku ga munafik bahwa aku menikmatinya. Tapi percayalah, aku lebih memilih mengangkat kepala, melihat luasnya langit dan memberitahu dunia bahwa aku akan menjadi bagian dari langit yang akan menerangi alam.

Sabtu, 22 November 2014

Just be you!

Iya, ga bisa dipungkiri kalo ada orang yang perhatian sama gue. Entah cewe ataupun cowo, gue seneng seneng aja diperhatiin sama orang, mungkin itu sebabnya gue ga terlalu mempermasalahkan hubungan sama cewe gue, entah gue lagi brantem, sedang so-sweet, atau bahkan lagi sibuk sama kegiatan masing masing. Jadi meskipun gue lagi ga dapet perhatian sama cewe gue, gue tetep dapet perhatian dari orang-orang di sekeliling gue.

Orang orang yang perhatian sama gue pun tau kalo gue udah punya cewe, dan mereka pun tetep menghornati hubungan gue sama cewe gue. Bahkan sebagian dari mereka care banget sama hubungan gue dan pacar gue.

Anehnya, yang bikin risih itu beberapa oknum yang merasa hmmmm entah ngiri, atau apalah itu. Awalnya gue anggep biasa aja bahkan dijadiin lelucon. Tetapi lama kelamaan gue ngerasa kasian sama orang yang care sama gue tersebut gara gara dia diolok-olok terus dari belakang. Memang orang di maksud itu cowo, aneh juga karena dia yang paling besar perhatiannya, care dan sering banget ngasih sesuatu entah itu barang ataupun makanan. Memang, menurut gue perhatian yang dia kasih ke gue melewati batas normal, tapi gue ga liat dia ga ada niat dibalik itu semua, gue liat dia ikhlas ngasih segala yang udah dia berikan ke gue. Terus gue harus menjauh gara-gara kebaikannya itu? Ga ada alesan gue hal semacam itu!

Gue bukan bela dia, gue hanya memandang dari kacamata gue sendiri sekaligus prinsip gue bahwa setiap orang itu punya hak untuk dekat sama siapa aja, setiap orang punya hak untuk memiliki perasaan apapun kepada siapapun dan kita ga perlu peduli apa pandangan orang terhadap kita, karena yang ngerti kita adalah diri kita sendiri.

Rabu, 15 Januari 2014

my sosial media

I rarely Open This account. Im focus with my sosial media. If you want know more about me Please add my account :

Instagram : radenpradendi
Facebook : raden mohammad pradendi
Twitter : radenpradendi
Path : raden pradendi
Kik : radenpradendi
Line : radenpradendi
LinkedIn : radenpradendi
Skype : raden.pradendi

Hmmm what else? Ill edit next time if i remember my another account. See ya

Kamis, 14 Maret 2013

My parent love story

ini asli cerita cinta tentang kedua orang tua gue. gue post disini karena menurut gue cerita cinta mereka unik. cerita ini ga ada rekayasa sama sekali, serta sumber cerita langsung dari nenek gue.

bokap gue adalah orang jawa, dia lahir tanggal 1 Januari 1964 di Malang dan dibesarkan disana. Ayahnya seorang keturunan bangsawan di pulau Jawa, tetapi pada saat usianya 1 tahun, beliau wafat. terus nenek gue (ibunya bokap gue) nikah lagi dengan orang yang dulu dia suka (soal ini nanti diceritain di lain episode, kalo gue inget. hahahahaha).

terus tentang nyokap gue, lahir dan besar di Cimahi. dia lahir pada tanggal 17 Juni 1964. dia udah lahir di Cimahi karena bokapnya nyokap gue a.k.a kakek dari nyokap gue udah di tugasin di Cimahi sejak... lupa gue. hahahaha.

Terus latar belakang cinta mereka adalah di Cimahi. Iya memang, cimahi memang kota cinta (?). Cimahi saat itu masih masuk kabupaten bandung barat. sejarahnya, Cimahi adalah kota yang dipakai sama Belanda untuk menjadi benteng pertahanan waktu perang di Bandung. sehingga pada saat ini di daerah sekitar Cimahi menjadi salah satu pusat militer di Indonesia.

nah masuk pada inti cerita...
jadi pada saat bokap gue kelas 4 SD, bokapnya bokap gue dipindah tugasin ke Cimahi. sebenernya sih cuma bokap gue doang, tapi istrinya ngikut (ngetilah~). nah kemudian, pada saat kelas 6 SD saat Ujian Nasional, nenek (orang tua bokap) gue sakit dan di di rawat di rumah sakit Dustira di Cimahi. setelah ujian nasional selesai, sesegera mungkin bokap gue pergi ke Cimahi sama Om gue dan langsung ke rumah sakit tersebut. dan lo tau apa yang terjadi disana? nenek gue sedang main-main sama seorang anak cewe di kamar sakit tersebut. nenek gue sedang membacakan sebuah dongeng kepada si gadis kecil tersebut, dan terlihat sekali kalo nenek gue itu sangat sayang kepada gadis itu. Ya, Gadis itu adalah nyokap gue sekarang. Gadis itu adalah cewe yang dia liat pertama kali saat dia dateng ke cimahi.
So sweet kan. Udah gitu aja. Tamat. Seru ga? Seru kaannnn! Seru bangeettt

Selasa, 11 Desember 2012

I Was In Anthropology

Antropologi adalah salah satu jurusan yang ada di Universitas Padjajaran. jurusan ini berada di lingkungan FISIP. hmmmm... teori...~!@#$%^&*(

Saat pertama saya masuk jurusan antropologi, saya bangga (sampe sekarang juga tetep bangga kok). karena itu adalah pilihan saya. saya sendiri tertarik sama antropologi karena saya suka dengan hal yang berbau seperti psikologi. lalu saya juga bangga karena dengan saya berada di antropologi, saya bisa lebih bisa menghargai orang terutama dari segi sifatnya. tetapi saya heran karena antropologi ini tidak terlalu eksis terutama di Indonesia. 

Pertama saya masuk antropologi, saya merasa bangga. hmm... sebenernya biasa aja sih. biasa aja senengnya maksudnya. karena sebelumnya saya memiliki tujuan lain sebelum kuliah disana. tapi setelah gagal masuk dalam salah satu sekolah lanjutan yang saya inginkan, akhirnya saya menetapkan diri untuk masuk antropologi. kenapa masuk antropologi? karena saya tertarik dengan segala hal yang berhubugan dengan perasaan, kejiwaan, dan sebagainya. kenapa ga masuk psikologi aja? pertama, saya saat SMA jurusan IPS, nah psikologi itu yang jurusan IPA, dan hanya di Universitas Gajah Mada yang jurusan psikologinya dari IPS, dan itu tidak di izinkan oleh orang tua saya. kedua, saya ga dibolehin kuliah jauh-jauh dari rumah. *anak mami detected. hahahaha. 

tapi saya bangga saya masuk antropologi. bangga? oh iya dong. secara itu profesi masih terbilang jarang di Indonesia, dan saya suka dengan hal yang jarang-jarang (?). terus saya pribadi memilih itu nyenggol nyenggol dikit sama pelajaran psikologi

Rabu, 31 Oktober 2012

Opening

Hari ini adalah hari pertama  saya membuat blog. Entah gimana keadaan blog saya kedepannya, tapi mudah-mudahan bisa tetep berlanjut. :)