Kamis, 20 Agustus 2015

Parau

Zaman sudah modern. Orang orang sudah dibodohi dengan teknologi. Ketergantungan tingkat tinggi. Hingga akhirnya, ga bisa lepas dengan teknologi itu sendiri.

Aku, berusaha agar tidak mengikuti teknologi yang sudah ada, agar badanku berfungsi sebagaimana mestinya. Agar aku merasa benar-benar bersosialisasi dengan temanku tanpa merasa jauh.

Aku bertarung dengan dunia, demi tetap bertahan pada pendirianku.

Orang-orang bilang aku ga mau maju, kuno, ketinggalan zaman.

Aku kangen masa kecilku. Selalu bermain bersama, mengerti arti kehilangan, kesepian, karena memang kebersamaanlah yang mengajariku hidup, kebahagiaan, penuh warna, tawa lepas, lari kesana kemari, kehidupan mengajariku arti sebagai manusia.

Saat ini, orang-orang lebih senang menunduk. Diperbudak dengan layar sentuh. Menghadap ke bawah bahkan tidak sadar bahwa dunia begitu indah. Begitu indah dibanding foto-foto di layar sentuh.

Sekarang aku sudah bekerja di ibukota. Terpaksa menggunakan teknologi seperti orang bodoh lainnya. Aku seperti ini karena tuntutan. Aku ga munafik bahwa aku menikmatinya. Tapi percayalah, aku lebih memilih mengangkat kepala, melihat luasnya langit dan memberitahu dunia bahwa aku akan menjadi bagian dari langit yang akan menerangi alam.